Laba kuartal ketiga diperkirakan lebih rendah

Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen semikonduktor utama Korea Selatan, akan segera melaporkan kinerja kuartal ketiga. Menjelang pengumuman tersebut, sejumlah perusahaan sekuritas menurunkan perkiraan laba mereka, terutama karena perubahan nilai tukar won terhadap dolar Amerika Serikat.

Meski perkiraan laba direvisi turun, sebagian besar analis tidak mengubah target harga saham kedua perusahaan dan masih memberikan rekomendasi beli. Mereka menilai tekanan kurs kemungkinan tidak menghapus prospek jangka menengah industri memori, terutama karena kebutuhan komputasi kecerdasan buatan terus berkembang.

Inti persoalannya: perkiraan laba jangka pendek melemah akibat kurs dan biaya, tetapi banyak analis masih melihat dasar pertumbuhan jangka panjang yang kuat.

Perkiraan laba Samsung dipangkas

Dalam sepekan menjelang 2 Oktober, tujuh perusahaan sekuritas yang menerbitkan analisis tentang Samsung Electronics sama-sama menurunkan proyeksi laba operasional kuartal ketiga. Laba operasional adalah keuntungan dari kegiatan utama perusahaan sebelum memperhitungkan sejumlah pos lain, seperti bunga dan pajak.

Rata-rata perkiraan mereka turun dari 114,2 triliun won menjadi 104,6 triliun won, atau sekitar 8,4%. Salah satu perkiraan individual turun dari 116,5 triliun won menjadi 101,7 triliun won, penurunan sekitar 12,8%.

Sejumlah analis juga mulai menyesuaikan proyeksi untuk SK Hynix menjelang pengumuman hasil kuartal ketiganya yang dijadwalkan pada akhir bulan. Perubahan ini menunjukkan bahwa pergerakan mata uang dan beban biaya diperkirakan memengaruhi hasil perusahaan, meskipun permintaan semikonduktor masih menjadi perhatian utama pasar.

Mengapa penguatan won menekan perusahaan eksportir?

Samsung dan SK Hynix menjual banyak produk ke luar negeri dan memperoleh pendapatan dalam dolar. Ketika dolar ditukar menjadi won, nilai pendapatan yang tercatat dalam laporan keuangan Korea dapat menjadi lebih kecil jika won menguat.

Sebagai gambaran sederhana, sebuah perusahaan yang menerima 1 juta dolar akan memperoleh jumlah won yang berbeda bergantung pada kurs saat uang itu ditukar. Jika nilai dolar turun terhadap won, pendapatan dolar yang sama menghasilkan lebih sedikit won—meskipun jumlah produk yang dijual tidak berubah.

Sejumlah analis menilai pengaruh kurs menjadi salah satu faktor utama yang membuat hasil aktual berisiko berada di bawah perkiraan sebelumnya.

Tekanan biaya dan kekhawatiran soal investasi AI

Dampak kurs bukan satu-satunya tantangan. Kenaikan harga komponen dan biaya produksi dapat mengurangi keuntungan, khususnya pada bisnis elektronik yang menggunakan berbagai suku cadang. Biaya yang meningkat dapat menekan margin, yaitu bagian pendapatan yang tersisa sebagai laba setelah biaya diperhitungkan.

Pasar juga mencermati apakah perusahaan teknologi akan memperlambat belanja untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Infrastruktur AI mencakup pusat data, server, jaringan, dan perangkat komputasi yang diperlukan untuk melatih serta menjalankan sistem AI. Jika perusahaan menunda pembangunan fasilitas tersebut, permintaan terhadap cip dan memori dapat ikut terpengaruh.

Kekhawatiran mengenai keamanan AI dan pembicaraan tentang perlunya pengembangan yang lebih terkendali turut menambah ketidakpastian. Namun, hal ini belum tentu berarti investasi akan berhenti; perusahaan bisa saja tetap membangun kapasitas sambil mengubah prioritas dan jadwal belanjanya.


Mengapa target harga saham banyak dipertahankan?

Walau estimasi laba kuartal ketiga turun, sebagian besar analis tetap mempertahankan target harga saham Samsung dan SK Hynix. Mereka menilai tekanan akibat kurs dapat bersifat sementara, sedangkan permintaan memori untuk pusat data dan layanan AI berpotensi bertahan lebih lama.

Salah satu perhatian utama adalah DRAM, jenis memori yang menyimpan data sementara agar prosesor dapat mengaksesnya dengan cepat. Sistem AI memerlukan kapasitas memori yang besar untuk mengolah dan menggunakan informasi. Jika permintaan meningkat lebih cepat daripada kemampuan industri untuk menambah pasokan, harga dan daya tawar produsen dapat terjaga.

Perubahan cara penggunaan AI juga dapat memperluas kebutuhan memori. Selain melatih model—proses mengajarkan sistem mengenali pola dari data—perusahaan semakin mengembangkan teknologi untuk menjalankan AI dan menghasilkan jawaban secara langsung. Penggunaan seperti asisten digital yang mengerjakan beberapa tahapan tugas dapat membutuhkan akses memori secara terus-menerus.

Analis menilai pergeseran AI dari tahap pelatihan menuju penggunaan dan pengambilan keputusan tidak mengurangi pentingnya memori. Sebaliknya, beragam aplikasi baru dapat memperluas sumber permintaan.

Pasokan memori menjadi penentu

Produsen memori tidak selalu dapat menambah pasokan dengan cepat. Pembangunan fasilitas produksi dan penambahan kapasitas memerlukan waktu, investasi besar, serta peralatan khusus. Karena itu, jika permintaan tumbuh lebih cepat daripada produksi, kekurangan pasokan bisa bertahan dan mendukung harga.

Micron, produsen memori asal Amerika Serikat, baru saja melaporkan rekor kinerja kuartalan dan tahunan. Perusahaan itu juga menyampaikan bahwa waktu berakhirnya kekurangan pasokan memori sulit dipastikan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan pasar tetap memperhatikan prospek industri, meskipun perkiraan laba perusahaan Korea sedang dikoreksi.


Kebijakan untuk pemegang saham ikut diperhatikan

Faktor lain yang dapat menopang saham adalah kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham. Bentuknya dapat berupa dividen atau pembelian kembali saham, yaitu ketika perusahaan membeli sahamnya sendiri dari pasar. Langkah semacam ini dapat membuat saham lebih menarik bagi investor, meskipun tidak menghapus risiko bisnis.

Sejumlah analis berpendapat bahwa harga saham belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan siklus industri. Mereka menyarankan investor memperhatikan pengumuman hasil kuartal ketiga untuk melihat apakah perusahaan akan memberikan rincian lebih jelas mengenai kebijakan tersebut.

Namun, pengembalian kepada pemegang saham bukan jaminan harga saham akan naik. Investor tetap perlu menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba, besarnya belanja modal, perubahan kurs, harga memori, dan keberlanjutan permintaan AI.


Hal yang perlu dicermati investor

  • Kurs won-dolar: penguatan won dapat mengurangi nilai pendapatan ekspor ketika dikonversi ke mata uang Korea.
  • Harga dan pasokan DRAM: kenaikan permintaan yang lebih cepat daripada pertumbuhan pasokan dapat mendukung harga jual.
  • Belanja infrastruktur AI: perubahan rencana investasi pusat data dapat memengaruhi permintaan cip dan memori.
  • Biaya produksi: harga komponen dan pengeluaran lain dapat menekan margin keuntungan.
  • Kebijakan pemegang saham: dividen atau pembelian kembali saham dapat memengaruhi daya tarik saham, tetapi bukan tanpa risiko.

Dalam waktu dekat, laporan resmi Samsung dan SK Hynix akan membantu menguji apakah revisi analis sudah mencerminkan tekanan yang terjadi. Untuk jangka lebih panjang, pasar kemungkinan akan menimbang dua hal sekaligus: seberapa cepat kebutuhan memori AI bertambah dan seberapa cepat produsen mampu menyediakan pasokan.

Dengan demikian, penurunan perkiraan laba kuartalan tidak otomatis berarti prospek industri telah berbalik arah. Namun, target harga yang tetap dipertahankan juga bukan kepastian bahwa saham akan menguat—hasil akhirnya bergantung pada kurs, biaya, permintaan, dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pasar.