Pada 3 Oktober 2026, dalam upacara penyerahan medali sepak bola putra Asian Games di Stadion Toyota, Prefektur Aichi, Jepang, terjadi insiden ketika bendera Korea Selatan tidak dikibarkan tepat waktu. Korea Selatan mengalahkan Jepang 1-0 di final, tetapi saat bendera Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang dikibarkan dalam perayaan medali emas, bendera Korea Selatan yang berada di tengah berhenti saat sedang dinaikkan. Setelah lagu kebangsaan selesai, bendera itu kembali dirapikan dan dinaikkan ke puncak tiang.
Latar belakang dan konteks
Dalam upacara penyerahan medali yang digelar segera setelah final, para pemain dari ketiga negara berdiri di podium setelah menerima medali dan boneka kenang-kenangan. Petugas pengibar bendera menarik talinya, tetapi bendera Korea Selatan berhenti. Para pemain Korea Selatan tampak kebingungan sambil menunjuk ke arah tiang bendera. Penonton juga mencemooh.
Sebuah laporan menyebut bendera Korea Selatan tidak bisa dinaikkan karena talinya kusut. Namun, artikel itu tidak menjelaskan bagaimana tali tersebut bisa kusut, atau apa masalahnya dalam pemeriksaan di lokasi maupun prosedur acara. Perlu dibedakan antara laporan bahwa “talinya kusut” dan konfirmasi resmi mengenai penyebab serta kronologi insiden secara terperinci.
Kejadian ini juga diberitakan bersama kritik sebelumnya terhadap penyelenggaraan kompetisi. Laporan menyebut bahwa pada awal kompetisi, lagu kebangsaan Korea Utara diputar sebagai pengganti lagu kebangsaan Korea Selatan dalam pertandingan hoki putra Korea Selatan, sehingga Komite Penyelenggara Asian Games (아시안게임 조직위원회) dikritik karena buruknya penyelenggaraan. Namun, itu tidak berarti kedua insiden tersebut memiliki penyebab yang sama atau bahwa tanggung jawab Komite Penyelenggara atas insiden upacara sepak bola kali ini telah dipastikan. Laporan yang tersedia tidak mengungkap penjelasan maupun tindakan apa yang disampaikan terkait insiden ini.
Arti berita ini
Upacara penyerahan medali adalah momen untuk secara resmi merayakan hasil pertandingan. Bendera negara pemenang yang tidak dikibarkan tepat waktu dalam acara tersebut menimbulkan pertanyaan, terlepas dari hasil pertandingan, mengenai kelancaran acara dan bagaimana pihak yang bertanggung jawab menjelaskan jalannya acara. Secara khusus, fakta bahwa semua orang harus menunggu hingga lagu kebangsaan selesai sebelum bendera Korea Selatan kembali dikibarkan patut diperhatikan: sekadar mengetahui bahwa bendera itu akhirnya dikibarkan tidak cukup untuk menjelaskan sepenuhnya apa yang terjadi di lokasi.
Reaksi para pemain tidak sama. Kapten Lee Ki-hyuk mengatakan bahwa jika hal itu disengaja, itu tidak baik, dan ia menyayangkan bendera Korea Selatan tidak dapat dibentangkan dengan benar. Sementara itu, Lee Young-jun menyampaikan bahwa Korea Selatan telah meraih medali emas dan mencapai target, sehingga ia tidak terlalu memikirkan masalah pengibaran bendera. Kedua reaksi itu menunjukkan bahwa para pemain dapat memiliki pandangan pribadi yang berbeda dalam menyikapi insiden tersebut, tetapi tidak satu pun memastikan penyebab insiden atau respons pihak penyelenggara.
Sebagai contoh, penonton yang menyaksikan upacara mungkin ingin mengetahui, selain fakta bahwa bendera Korea Selatan akhirnya dikibarkan, mengapa pengibaran itu tertunda dan tindakan apa yang dilakukan pihak penyelenggara acara. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yang penting adalah apakah penjelasan mengenai kronologi insiden dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang akan menyusul, bukan sekadar mengulang laporan bahwa talinya kusut di lokasi.
Hal yang diberitakan secara berbeda
Ada perbedaan dalam penggambaran momen pengibaran bendera Korea Selatan. Satu laporan menyebut bendera itu tidak bisa dinaikkan karena talinya kusut, sementara laporan lain menggambarkan bendera berhenti saat sedang dikibarkan. Kedua keterangan itu bisa saja sama-sama benar, tetapi laporan yang kedua saja tidak mengonfirmasi penjelasan khusus bahwa talinya kusut.
Ungkapan yang dimuat mengenai pernyataan Lee Ki-hyuk juga berbeda antar laporan. Satu laporan menyampaikan maksud “jika itu disengaja, itu tidak baik” serta penyesalannya karena bendera Korea Selatan tidak dapat dibentangkan dengan benar. Laporan lain menyampaikan bahwa upacara penyerahan medali seharusnya menjadi momen perayaan, serta bahwa para pemain dan penggemar yang datang untuk memberi dukungan mungkin juga merasa tidak senang. Perbedaan ungkapan tersebut tidak membuktikan bahwa insiden itu disengaja.
Fakta yang sudah dipastikan dan hal yang belum diketahui
Fakta yang sudah dipastikan
- Korea Selatan mengalahkan Jepang 1-0 di final sepak bola putra.
- Saat bendera ketiga negara dikibarkan dalam upacara penyerahan medali, bendera Korea Selatan berhenti ketika sedang dinaikkan. Setelah lagu kebangsaan selesai, bendera itu kembali dirapikan dan dikibarkan.
- Sebuah laporan menyebut tali pengibaran bendera kusut.
- Para pemain tampak kebingungan dan penonton mencemooh. Lee Ki-hyuk dan Lee Young-jun menyampaikan reaksi dengan maksud yang berbeda.
Hal yang belum diketahui
- Proses terperinci bagaimana tali itu bisa kusut dan penyebab langsung insiden tersebut.
- Penjelasan atau tindakan apa yang disampaikan Komite Penyelenggara Asian Games terkait insiden ini.
- Pemeriksaan atau tindakan apa yang dilakukan setelah insiden agar masalah serupa tidak terjadi lagi.
Hal yang perlu diperiksa pembaca
- Perlu memeriksa apakah ada laporan lanjutan atau penjelasan resmi dari Komite Penyelenggara, serta membedakan laporan mengenai situasi di lokasi dari penjelasan Komite Penyelenggara.
- Laporan bahwa talinya kusut saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh kronologi insiden telah terungkap. Sebaiknya periksa apakah ada konfirmasi lebih lanjut mengenai penyebab dan tanggung jawab.
- Meskipun kesalahan pemutaran lagu kebangsaan pada awal kompetisi dan insiden pengibaran bendera kali ini disebut bersamaan, jangan langsung menyimpulkan bahwa keduanya memiliki penyebab atau tanggung jawab yang sama. Periksa apakah penjelasan dan tindakan untuk masing-masing kejadian telah disampaikan.
Referensi
- Liputan lain yang dirujuk: koreatimes.co.kr




















