Gubernur New York Tunjuk Jaksa Khusus

Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan seorang perempuan yang melaporkan dugaan pemerkosaan berkelompok oleh sejumlah anggota persaudaraan mahasiswa di Universitas Cornell telah “dikecewakan” oleh orang-orang dan lembaga yang seharusnya melindunginya. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers pada Jumat.

Hochul menunjuk Jaksa Agung New York Letitia James sebagai jaksa khusus untuk mengambil alih penyelidikan. Jaksa khusus adalah pejabat yang ditugaskan menangani perkara tertentu, biasanya untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan secara mandiri dan menyeluruh.

“Perempuan muda ini sudah mengalami sesuatu yang tak terkatakan. Namun, di setiap tahap, ia dikecewakan oleh orang-orang dan lembaga yang berkewajiban melindunginya,” kata Hochul.

Penyelidikan Ditutup Tanpa Wawancara

Hochul mengatakan ia memutuskan menunjuk James setelah mengetahui sejumlah hal yang menurutnya mengkhawatirkan tentang cara pihak berwenang menangani laporan tersebut. Salah satu persoalan utamanya, kata sang gubernur, adalah bahwa jaksa wilayah menutup perkara tanpa mewawancarai perempuan yang melapor ataupun orang lain yang terkait dengan dugaan serangan itu.

Jaksa wilayah adalah pejabat yang bertanggung jawab menuntut perkara pidana di suatu wilayah. Menurut Hochul, penyelidikan itu juga ditutup tanpa meminta transkrip lengkap, yakni catatan tertulis yang merekam isi percakapan atau kesaksian.

“Dalam keadaan seperti apa seorang jaksa wilayah bahkan tidak mewawancarainya, tidak mewawancarai siapa pun yang terlibat, atau tidak meminta transkrip lengkap?” ujar Hochul.

Pernyataan gubernur tersebut berfokus pada langkah-langkah yang, menurutnya, tidak dilakukan sebelum perkara ditutup. Informasi yang disampaikan tidak menjelaskan secara terperinci alasan jaksa wilayah menutup penyelidikan atau bukti apa yang telah diperiksa sebelumnya.


Peran Polisi Kampus Dipertanyakan

Hochul juga mengkritik Departemen Kepolisian Universitas Cornell. Ia mengatakan kepolisian kampus tidak menyampaikan cerita perempuan itu secara lengkap kepada jaksa.

Dalam perkara pidana, informasi dari penyelidik dapat membantu jaksa memahami urutan peristiwa, mengidentifikasi saksi, dan menilai bukti yang perlu ditelusuri. Jika keterangan penting tidak diteruskan, jaksa mungkin tidak memperoleh gambaran lengkap sebelum memutuskan apakah penyelidikan perlu dilanjutkan.

Namun, pernyataan Hochul yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci bagian mana dari laporan perempuan tersebut yang tidak disampaikan. Belum ada pula keterangan dalam laporan ini tentang tanggapan kepolisian kampus atau jaksa wilayah atas kritik sang gubernur.


Jaksa Agung Letitia James Mengambil Alih

Dengan penunjukan James, penyelidikan akan ditangani oleh kantor kejaksaan agung negara bagian, bukan hanya oleh pihak yang sebelumnya menangani perkara tersebut. Langkah ini memberi penyelidik baru kesempatan untuk meninjau kembali bagaimana laporan diterima, informasi apa yang dikumpulkan, dan mengapa perkara ditutup.

Penyelidikan yang diambil alih tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa dugaan kejahatan terjadi atau bahwa seseorang bersalah. Tugas penyelidik adalah memeriksa keterangan dan bukti secara menyeluruh; penilaian tentang kesalahan pidana harus mengikuti proses hukum.

  • Penyelidik dapat meninjau kembali catatan dan keputusan dalam penanganan sebelumnya.
  • Mereka dapat memeriksa apakah pelapor, saksi, atau pihak lain perlu diwawancarai.
  • Hasil pemeriksaan akan menentukan langkah berikutnya, termasuk apakah perkara dapat dilanjutkan.

Mengapa Wawancara dan Transkrip Penting

Wawancara dengan pelapor dan saksi dapat membantu penyidik memahami detail kejadian dari berbagai sudut pandang. Dalam kasus dugaan kekerasan seksual, keterangan tersebut juga dapat menunjukkan bukti lain yang perlu diperiksa, meskipun keputusan untuk melanjutkan perkara tetap harus mempertimbangkan seluruh informasi yang tersedia.

Transkrip lengkap dapat memberikan konteks yang tidak selalu tampak dalam ringkasan singkat. Misalnya, catatan utuh sebuah percakapan bisa membantu memperjelas kapan suatu informasi disampaikan, pertanyaan apa yang diajukan, dan apakah ada keterangan yang belum ditindaklanjuti.

Langkah-langkah itu penting bukan hanya untuk menentukan apakah perkara dapat dibawa ke pengadilan, tetapi juga untuk memastikan bahwa laporan ditangani dengan serius. Proses yang transparan membantu menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga yang bertugas menerima laporan, menyelidiki dugaan tindak pidana, dan melindungi masyarakat.


Fokus Berikutnya: Pemeriksaan yang Menyeluruh

Penunjukan jaksa khusus menandai perubahan dalam penanganan perkara, tetapi belum menjawab bagaimana dugaan serangan itu akan dinilai atau apakah proses hukum akan berlanjut. Pertanyaan berikutnya mencakup apakah keterangan pelapor dan pihak lain akan diperiksa, serta bagaimana keputusan penutupan penyelidikan sebelumnya akan ditinjau.

Kasus ini juga menyoroti tanggung jawab lembaga kampus dan aparat penegak hukum ketika menerima laporan kekerasan. Bagi pelapor, respons awal dapat memengaruhi apakah informasi penting tercatat dan apakah mereka merasa aman untuk terus bekerja sama dengan penyelidik.

Hochul mengatakan perempuan tersebut telah dikecewakan oleh pihak-pihak yang berkewajiban melindunginya. Penyelidikan yang kini ditangani James diharapkan meninjau kembali proses sebelumnya dan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan bukti.