Hari terakhir yang menentukan

Kontingen Korea Selatan memasuki fase akhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan peluang menambah medali di beberapa cabang olahraga. Pada 3 Oktober, pertandingan sepak bola putra antara Korea Selatan dan Jepang menjadi sorotan utama, sementara atlet panahan, taekwondo, judo, dan panjat tebing juga akan berjuang memperebutkan medali.

Upacara penutupan dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober. Pada hari itu, hanya nomor individu lompat rintangan campuran berkuda yang masih dipertandingkan, sehingga 3 Oktober menjadi kesempatan terakhir yang luas bagi banyak atlet untuk menambah medali bagi negaranya.

Final Korea Selatan melawan Jepang bukan sekadar pertandingan penutup yang menarik perhatian. Korea Selatan juga berpeluang mencatat sejarah dengan menjadi juara sepak bola putra Asian Games selama empat edisi berturut-turut.

Sepak bola: Korea Selatan memburu gelar keempat beruntun

Tim nasional sepak bola putra Korea Selatan U-23 (tim yang beranggotakan pemain berusia di bawah 23 tahun) akan berhadapan dengan Jepang dalam final pada pukul 19.30 waktu setempat. Pertandingan digelar di Stadion Toyota, Prefektur Aichi, dan menjadi penentu siapa yang membawa pulang medali emas.

Di bawah arahan pelatih Lee Min-seong, Korea Selatan berusaha melanjutkan rentetan kemenangan yang dimulai pada Asian Games Incheon 2014. Tim itu juga menjadi juara pada edisi Jakarta-Palembang 2018 dan Hangzhou 2022, yang pelaksanaannya berlangsung pada 2023. Jika kembali menang, Korea Selatan akan menjadi tim pertama yang menjuarai sepak bola putra Asian Games dalam empat edisi berturut-turut.

Perjalanan Korea Selatan menuju final berjalan mulus. Mereka memenangi dua pertandingan di fase grup, mengalahkan Vietnam di perempat final, lalu menundukkan China di semifinal pada 30 September. Dengan demikian, tim tersebut tiba di final dengan catatan empat kemenangan dari empat pertandingan.

Jepang menempuh jalan yang lebih berat. Mereka harus melewati semifinal melawan Uzbekistan hingga perpanjangan waktu, lalu menang lewat adu penalti dengan skor 9-8. Adu penalti adalah cara menentukan pemenang ketika pertandingan tetap imbang setelah waktu normal dan perpanjangan waktu.

Final ini juga mengulang dua pertemuan sebelumnya di perebutan gelar. Korea Selatan dan Jepang bertemu pada final Asian Games 2018 dan 2022, dan Korea Selatan menang pada kedua kesempatan tersebut. Namun, catatan itu tidak menjamin hasil serupa kali ini: Jepang menurunkan tim U-21 (tim dengan pemain berusia di bawah 21 tahun) sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Mengapa final ini menyita perhatian?

  • Korea Selatan mengejar gelar keempat secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sepak bola putra Asian Games.
  • Jepang datang setelah semifinal yang menegangkan dan ditentukan melalui adu penalti.
  • Kedua negara kembali bertemu di final setelah pertandingan perebutan emas pada dua edisi sebelumnya.
  • Perbedaan usia skuad Jepang menjadi salah satu konteks penting, tetapi hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa di lapangan.

Panahan: dua peluang emas di nomor individu

Pertandingan panahan nomor individu recurve (busur dengan bentuk melengkung yang digunakan dalam kompetisi Olimpiade) putra dan putri akan berlangsung dari perempat final hingga final. Para pemanah Korea Selatan berupaya mengubah performa mereka di nomor beregu menjadi hasil yang lebih baik pada pertandingan individu.

Di sektor putri, Kang Chae-young dan Oh Ye-jin akan memburu medali emas. Final putri dijadwalkan mulai pukul 10.50. Kang Chae-young datang sebagai juara dunia saat ini, sehingga penampilannya menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Keduanya juga berpeluang menebus hasil di nomor beregu, setelah Korea Selatan meraih medali perak sehari sebelumnya.

Di sektor putra, Lee Woo-seok menjadi satu-satunya wakil Korea Selatan yang lolos ke perempat final. Ia akan berusaha menambah emas individu setelah sebelumnya ikut meraih medali emas beregu. Jika berhasil, ia dapat menutup kompetisi dengan dua gelar juara pada satu edisi Asian Games.

Dalam panahan, pertandingan individu berbeda dari nomor beregu: setiap atlet bertanding sendiri dan harus menjaga akurasi tembakan dari babak ke babak. Karena satu atau dua anak panah dapat menentukan hasil, konsentrasi dan ketenangan menjadi sama pentingnya dengan kekuatan fisik.


Taekwondo: Kim Yu-jin dan Kang Sang-hyeon mengejar puncak

Korea Selatan juga memiliki dua peluang emas di taekwondo. Kim Yu-jin akan bertanding di kelas putri 57 kilogram, dengan final dijadwalkan pukul 16.40. Di kelas putra lebih dari 80 kilogram, Kang Sang-hyeon akan tampil pada final yang dijadwalkan pukul 17.25.

Kim Yu-jin memiliki pengalaman besar setelah menjadi juara Olimpiade Paris 2024. Kini, ia berusaha meraih gelar Asian Games pertamanya. Pada Asian Games Hangzhou tiga tahun sebelumnya, ia harus puas dengan medali perunggu, sehingga pertandingan kali ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil tersebut.

Taekwondo menggabungkan tendangan, gerak kaki, dan strategi untuk mencetak poin. Atlet harus menyerang dengan tepat sekaligus menghindari serangan lawan; karena itu, pertarungan yang terlihat cepat dapat berubah hanya dalam beberapa gerakan.


Judo: tim campuran memburu emas kedua

Tim judo Korea Selatan akan berkompetisi dalam nomor beregu campuran, dengan pertandingan final dijadwalkan setelah pukul 17.00. Sejumlah atlet andalan, termasuk Kim Min-jong, Heo Mimi, Lee Jun-hwan, dan Kim Ha-yun, menjadi bagian dari upaya tim untuk merebut medali emas.

Nomor beregu campuran mempertemukan atlet putra dan putri dalam satu pertandingan antartim. Hasil akhirnya ditentukan melalui rangkaian duel pada beberapa kelas berat, sehingga keberhasilan tidak hanya bergantung pada satu atlet, tetapi juga pada kekuatan dan kedalaman seluruh tim.

Heo Mimi, yang telah meraih medali emas di nomor individu kelas putri 57 kilogram, berpeluang membawa pulang gelar keduanya di Asian Games kali ini. Bagi kontingen Korea Selatan, nomor beregu campuran menjadi kesempatan penting untuk memperbesar koleksi emas setelah perolehan di nomor individu terbatas.


Panjat tebing: Seo Chae-hyun mengincar emas pertama

Atlet panjat tebing andalan Korea Selatan, Seo Chae-hyun, akan tampil di final nomor lead pada pukul 18.00 di Pusat Pameran Internasional Nagoya. Lead adalah disiplin panjat tebing ketika atlet memanjat jalur setinggi mungkin dalam batas waktu tertentu, dengan pengaman tali yang dipasang sepanjang lintasan.

Seo berada di peringkat kedua dunia untuk nomor lead dan lolos ke final Asian Games setelah menempati posisi bersama teratas di semifinal. Ia telah mengamankan medali perunggu di nomor boulder pada 1 Oktober. Dalam boulder, atlet memanjat jalur yang lebih pendek dan sulit tanpa tali, dengan matras tebal untuk mengurangi risiko cedera saat jatuh.

Medali perunggu tersebut melanjutkan catatan podium Seo setelah meraih perak nomor gabungan pada Asian Games Hangzhou. Kini, ia berusaha mendapatkan emas Asian Games pertamanya di nomor yang paling sesuai dengan keahliannya.

Jadwal peluang medali Korea Selatan pada 3 Oktober

  • 10.50: Final panahan recurve individu putri.
  • 14.50: Final panahan recurve individu putra.
  • 16.40: Final taekwondo putri kelas 57 kilogram.
  • 17.00 ke atas: Final judo beregu campuran.
  • 17.25: Final taekwondo putra kelas lebih dari 80 kilogram.
  • 18.00: Final panjat tebing nomor lead putri.
  • 19.30: Final sepak bola putra Korea Selatan melawan Jepang.

Penutup yang bisa menentukan kenangan Asian Games

Agenda 3 Oktober menghadirkan lebih dari satu peluang bagi Korea Selatan untuk mengakhiri kompetisi dengan hasil kuat. Final sepak bola menjadi pertandingan paling menonjol karena mempertemukan dua rival regional dan membuka peluang mencetak rekor baru, sementara panahan, taekwondo, judo, serta panjat tebing menawarkan persaingan medali di sepanjang hari.

Hasil setiap cabang akan bergantung pada performa atlet saat menghadapi tekanan final. Bagi Korea Selatan, targetnya bukan hanya mempertahankan dominasi di sepak bola, tetapi juga memanfaatkan kesempatan terakhir untuk menambah emas sebelum sebagian besar kompetisi berakhir dan upacara penutupan digelar pada 4 Oktober.