Korea Selatan Tak Mampu Membendung Malaysia
Tim hoki putra Korea Selatan kalah 1-2 dari Malaysia dalam semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 1 Oktober. Pertandingan berlangsung di Stadion Green Star, Kakamigahara, Prefektur Gifu, Jepang. Kekalahan ini mengakhiri harapan Korea Selatan untuk kembali ke final Asian Games setelah 20 tahun.
Malaysia tampil sebagai lawan yang sangat tangguh. Tim tersebut memenangi semua lima pertandingan di fase grup dan mencetak 34 gol, sementara hanya kebobolan empat kali. Catatan itu menunjukkan keseimbangan permainan mereka: produktif saat menyerang sekaligus kuat menjaga pertahanan.
Korea Selatan harus mengalihkan fokus dari perebutan gelar juara ke pertandingan penentuan medali perunggu melawan Pakistan.
Pertahanan Korea Selatan Bertahan Sepanjang Babak Pertama
Korea Selatan, yang dilatih Min Tae-seok, memasuki semifinal setelah menempati posisi kedua Grup A dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Tim itu mengumpulkan 12 poin, berada di belakang India. Kemenangan dramatis atas tuan rumah Jepang dalam laga terakhir grup membantu Korea Selatan mengamankan tempat di empat besar.
Menghadapi Malaysia, Korea Selatan lebih banyak bekerja keras untuk meredam serangan lawan. Penjaga gawang Kim Jae-hyeon menjadi sosok penting dengan sejumlah penyelamatan yang menjaga skor tetap imbang. Berkat pertahanan tersebut, kedua tim menutup babak pertama tanpa gol.
Dalam hoki lapangan, laga dibagi menjadi beberapa kuarter, bukan dua babak panjang seperti dalam sepak bola. Karena itu, tim harus menjaga konsentrasi dan menyesuaikan strategi sepanjang pertandingan; satu kesalahan pada momen penting dapat langsung mengubah arah laga.
Tiga Gol Tercipta pada Kuarter Ketiga
Kebuntuan pecah pada kuarter ketiga. Malaysia membuka skor melalui penalti sudut (kesempatan menyerang dari sisi lapangan setelah pelanggaran tertentu dilakukan di area pertahanan). Korea Selatan membalas dua menit kemudian lewat gol Lee Kang-san, sehingga kedudukan kembali menjadi 1-1.
Namun, keunggulan imbang itu hanya bertahan sekitar tiga menit. Malaysia mendapat penalti stroke (tembakan langsung ke gawang dari jarak dekat sebagai hukuman atas pelanggaran tertentu) dan berhasil mengubahnya menjadi gol. Skor 2-1 tersebut bertahan hingga pertandingan selesai.
Korea Selatan meningkatkan tekanan pada kuarter keempat dan berusaha mencetak gol penyama kedudukan. Meski terus menyerang, mereka tidak berhasil menembus pertahanan Malaysia. Dengan hasil itu, Malaysia melaju ke final, sedangkan Korea Selatan harus memainkan satu laga lagi untuk menentukan apakah mereka pulang dengan medali.
Jalan Menuju Gelar Juara Terhenti
Korea Selatan terakhir kali meraih medali emas hoki putra Asian Games pada 2006 di Doha. Sejak itu, tim tersebut belum kembali ke puncak podium. Pada Asian Games Hangzhou 2022, yang diselenggarakan pada 2023, Korea Selatan meraih medali perunggu.
Semifinal kali ini menjadi kesempatan untuk kembali mendekati gelar setelah dua dekade. Namun, kekalahan dari Malaysia membuat peluang meraih emas kembali tertunda. Korea Selatan juga kehilangan kesempatan memperoleh tiket ke Olimpiade Los Angeles 2028 yang diberikan kepada juara turnamen ini.
Kegagalan melaju ke final tidak berarti perjalanan tim berakhir tanpa peluang medali. Pertandingan perebutan perunggu tetap memberi kesempatan bagi para pemain untuk menutup turnamen dengan hasil positif. Tantangan berikutnya adalah memulihkan tenaga dan menjaga fokus setelah semifinal yang ketat.
Jadwal Perebutan Medali
Pertandingan penentuan medali dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober. Korea Selatan akan menghadapi Pakistan pada pukul 16.30 waktu setempat untuk memperebutkan perunggu.
- Perebutan medali perunggu: Korea Selatan melawan Pakistan, pukul 16.30.
- Final: Malaysia melawan India, pukul 19.00.
India, yang berada di posisi pertama Grup A, kini akan menghadapi Malaysia untuk menentukan juara. Bagi Korea Selatan, laga melawan Pakistan menjadi kesempatan terakhir dalam turnamen untuk meraih medali dan menebus kekecewaan setelah gagal mencapai final.



















