Sundulan cepat menentukan perebutan medali
Korea Selatan meraih medali perunggu sepak bola putri Asian Games 2026 setelah mengalahkan China dengan skor 1-0. Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar pada 2 Oktober di Stadion Shizuoka Ecopa, Jepang, gol penentu tercipta hanya empat menit setelah laga dimulai.
Pencetak golnya adalah bek Noh Jin-young, pemain berusia 26 tahun yang memperkuat Gyeongju KHNP. Ia maju membantu serangan, menyambut bola kiriman Choi Yu-ri dengan sundulan, lalu mengarahkannya ke gawang China.
Gol pada menit keempat menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Namun, keunggulan tipis itu cukup bagi Korea Selatan untuk mengamankan perunggu setelah bertahan menghadapi tekanan China sampai peluit akhir.
Gol tercipta dari kerja sama di depan gawang
Serangan penentu bermula ketika Choi Yu-ri mengirim bola ke area berbahaya di depan gawang. Ia menyundul bola ke arah Noh, yang datang berlari dari lini belakang dan menuntaskan peluang dengan sundulan jarak dekat.
Pergerakan Noh menunjukkan bagaimana pemain bertahan dapat ikut menciptakan ancaman saat ada kesempatan. Dalam sepak bola, bek biasanya bertugas menghentikan serangan lawan, tetapi mereka juga dapat maju ke depan—terutama ketika bola berada dekat gawang—untuk menambah jumlah pemain yang bisa mencetak gol.
Gol cepat itu memberi Korea Selatan keuntungan, tetapi tidak membuat pertandingan menjadi mudah. China meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama, sehingga para pemain Korea Selatan harus menjaga jarak antarpemain dan tetap waspada sepanjang laga.
Susunan pemain Korea Selatan
Pelatih Shin Sang-woo menempatkan Choi Yu-ri sebagai penyerang paling depan. Di belakangnya, Son Hwa-yeon, Ji So-yun, dan Choo Hyo-joo mengisi barisan serang untuk membantu membangun peluang.
Di lini tengah, Jung Min-young dan Kim Min-ji bertugas menghubungkan pertahanan dengan serangan. Lini tengah memiliki peran penting dalam menjaga aliran bola: pemain di area ini membantu merebut bola, mengirimkannya ke depan, sekaligus memberi dukungan kepada pemain bertahan.
Barisan belakang terdiri atas Jang Seul-gi, Noh Jin-young, Go Yu-jin, dan Kim Hye-ri, dengan Kim Kyung-hee sebagai penjaga gawang. Formasi empat bek berarti tim menempatkan empat pemain utama di lini pertahanan, yang bekerja bersama untuk menutup ruang dan membatasi peluang lawan.
- Penjaga gawang: Kim Kyung-hee
- Lini belakang: Jang Seul-gi, Noh Jin-young, Go Yu-jin, dan Kim Hye-ri
- Lini tengah: Jung Min-young dan Kim Min-ji
- Barisan serang: Son Hwa-yeon, Ji So-yun, Choo Hyo-joo, dan Choi Yu-ri
China menekan, Korea Selatan bertahan sampai akhir
China berusaha membalas setelah tertinggal, dan salah satu peluang paling berbahaya datang pada menit kelima babak kedua. Penyerang jangkung China, Xiao Ziqin, menyundul bola dari depan gawang, tetapi kiper Kim Kyung-hee berhasil menepisnya.
Penyelamatan tersebut menjadi momen penting karena skor saat itu masih 1-0. Jika bola masuk, pertandingan akan kembali seimbang dan kedua tim harus berjuang lagi untuk menentukan pemenang.
Para pemain Korea Selatan juga bertahan dalam kondisi sulit. Bek tengah Go Yu-jin mengalami tangan terinjak pemain lawan dan harus dibalut, tetapi ia tetap melanjutkan pertandingan bersama rekan-rekannya.
Korea Selatan mempertahankan keunggulan bukan hanya melalui gol pembuka, tetapi juga dengan menjaga pertahanan saat China meningkatkan serangan pada babak kedua.
Perunggu pertama sejak 2018
Hasil ini mengakhiri penantian Korea Selatan selama delapan tahun untuk kembali naik podium sepak bola putri Asian Games. Kali terakhir tim tersebut meraih medali adalah pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Perunggu 2026 menjadi medali perunggu keempat Korea Selatan sepanjang keikutsertaannya dalam cabang sepak bola putri Asian Games. Bagi tim, kemenangan dalam laga perebutan tempat ketiga memastikan bahwa perjalanan di turnamen berakhir dengan medali, meski mereka tidak tampil di partai final.
Kemenangan tersebut juga memiliki arti khusus karena Korea Selatan lama kesulitan menghadapi China. Sebelum laga ini, kemenangan terakhir Korea Selatan atas China tercatat pada Piala Asia Timur 2015, ketika mereka menang dengan skor yang sama, 1-0.
Dengan hasil terbaru ini, catatan pertemuan kedua negara berubah menjadi 5 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 29 kekalahan bagi Korea Selatan. Kemenangan pertama setelah 11 tahun itu menambah nilai penting bagi medali yang diraih.
Hasil pertandingan dan arti bagi tim
Korea Selatan 1-0 China
- Gol: Noh Jin-young, menit keempat
- Babak pertama: Korea Selatan unggul 1-0
- Babak kedua: tidak ada gol tambahan
- Hasil akhir: Korea Selatan menang 1-0 dan meraih medali perunggu
Medali ini menjadi penutup yang berarti bagi tim Korea Selatan setelah pertandingan yang menuntut ketelitian dan daya tahan. Gol Noh membuka jalan, sementara penyelamatan Kim Kyung-hee dan kerja kolektif lini belakang membantu menjaga keunggulan.
Keberhasilan tersebut dapat menjadi modal moral bagi para pemain dalam menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, hasil satu laga tidak dengan sendirinya menjamin prestasi mendatang; konsistensi, persiapan, dan kemampuan menghadapi tekanan tetap akan menentukan perkembangan tim.



















