Bisakah Saya Menuntut Nafkah Anak Meskipun Sudah Menandatangani Surat Pernyataan Lepas Hak?

Banyak orang tua berada dalam situasi sulit di mana mereka menandatangani dokumen yang melepaskan hak mereka atas nafkah anak, seringkali karena tekanan atau selama proses perceraian yang penuh stres. Namun, menurut hukum Korea, hak atas nafkah anak pada dasarnya terkait dengan kesejahteraan anak, dan orang tua tidak dapat begitu saja 'melepaskan' hak tersebut selamanya.

Prinsip Hukum Nafkah Anak

Menurut Undang-Undang Perdata Korea, hal-hal mengenai pengasuhan anak diputuskan melalui kesepakatan antara orang tua. Jika kesepakatan tidak tercapai, Pengadilan Keluarga akan menentukan hal-hal tersebut berdasarkan keinginan anak, usia, dan status keuangan kedua orang tua.

Fakta Hukum Penting: Pengadilan Keluarga memiliki wewenang untuk mengubah perjanjian atau keputusan pengadilan sebelumnya mengenai nafkah anak jika perjanjian tersebut dianggap tidak adil atau jika terjadi perubahan keadaan yang signifikan.

Menyanggah Perjanjian Pelepasan Hak

Jika Anda menandatangani surat pernyataan lepas hak—yang berarti Anda setuju untuk menanggung seluruh biaya pengasuhan anak—Anda mungkin masih bisa meminta perubahan. Pengadilan tidak hanya melihat apakah ada "perubahan keadaan khusus", tetapi juga apakah perjanjian awal tidak adil mengingat situasi keseluruhan pada saat itu.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan pengadilan meliputi:

  • Apakah anak berada dalam bahaya atau mengalami kekerasan (misalnya, melarikan diri dari orang tua tiri).
  • Apakah perjanjian dibuat di bawah tekanan atau sebagai syarat untuk mendapatkan dokumen penting lainnya (seperti surat pelepasan hak asuh).
  • Perbedaan finansial saat ini antara kedua orang tua.

Cara Mengambil Tindakan

Jika Anda mengalami kesulitan keuangan sementara orang tua lainnya memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik, Anda dapat mengajukan Permohonan Perubahan Bagian Beban Nafkah Anak ke Pengadilan Keluarga.

  1. Kumpulkan Bukti: Buktikan bahwa orang tua lainnya memiliki kemampuan finansial untuk menghidupi anak.
  2. Tunjukkan Kebutuhan: Jelaskan mengapa pelepasan hak awal tidak adil atau mengapa situasi keuangan Anda saat ini membuat Anda mustahil untuk membesarkan anak sendirian.
  3. Minta Intervensi Pengadilan: Mintalah pengadilan untuk menetapkan jumlah nafkah yang adil berdasarkan kebutuhan anak saat ini.

***

Untuk bantuan hukum profesional mengenai hukum keluarga dan nafkah anak di Korea, silakan berkonsultasi dengan ahli hukum berlisensi.