Forum tahunan mengangkat tantangan zaman yang berubah

Forum Asia Masa Depan ke-17 akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2026 di aula konferensi internasional Kamar Dagang dan Industri Korea. Tema tahun ini adalah “Jalan Menuju Negara Pemimpin di Era Pergolakan”. Forum tersebut akan menelaah bagaimana Korea Selatan dapat menghadapi perubahan besar sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Pokok bahasan utama forum mencakup perubahan tatanan internasional, peralihan cepat menuju kecerdasan buatan, dan persiapan yang dibutuhkan agar masyarakat dapat hidup berdampingan.

Forum ini dirancang untuk mempertemukan pembicara dari bidang hubungan internasional, ekonomi, teknologi, ketenagakerjaan, dan ilmu pengetahuan. Rangkaian diskusi akan berlangsung dari sesi pagi hingga sore, disertai sesi khusus mengenai peran organisasi sosial dan pengelolaan aset untuk kepentingan publik.


Menghadapi tatanan internasional yang tidak lagi sederhana

Penyelenggara menggambarkan situasi saat ini sebagai masa peralihan ketika aturan dan pola lama mengalami tekanan. Persaingan antarnegara tidak hanya berlangsung melalui diplomasi atau kekuatan militer, tetapi juga melalui perdagangan, teknologi, rantai pasokan, dan akses terhadap sumber daya. Persaingan yang memadukan kepentingan ekonomi dan geopolitik ini disebut geoeconomics (penggunaan kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan strategis suatu negara).

Perubahan semacam itu dapat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ketegangan antarnegara, misalnya, bisa mengganggu pasokan bahan baku dan menaikkan biaya produksi; dampaknya kemudian dapat terlihat pada harga barang, peluang kerja, atau kestabilan usaha. Di tengah persoalan tersebut, berkembang pula kekhawatiran mengenai konflik, pekerjaan yang tidak stabil, dan kecenderungan masyarakat untuk mengandalkan diri sendiri tanpa dukungan bersama.

Sesi pagi akan membahas perubahan geopolitik dan pilihan kebijakan Korea Selatan. Amitav Acharya, profesor kehormatan di American University dan penulis The 21st Century Geopolitics, akan mengulas pilihan yang dihadapi Korea Selatan dalam dunia yang tidak hanya dikuasai satu negara besar, melainkan terdiri atas berbagai pusat pengaruh.

  • Kim Heung-kyu, kepala Akademi Diplomatik Nasional Korea, akan berbicara mengenai strategi diplomasi Korea Selatan.
  • Kim Yang-hee, profesor di Universitas Daegu dan penanggung jawab bidang keamanan ekonomi Dewan Penasihat Ekonomi Nasional, akan membahas pendekatan terhadap keamanan ekonomi.
  • Lee Geun, profesor kehormatan dan mantan ketua Asosiasi Ekonomi Korea, akan memandu diskusi mengenai arah yang dapat ditempuh Korea Selatan di tengah kekacauan geoeconomics.

Apa arti keamanan ekonomi bagi masyarakat?

Keamanan ekonomi berkaitan dengan kemampuan suatu negara dan masyarakat untuk tetap memperoleh barang, teknologi, dan sumber daya penting ketika terjadi gangguan. Contoh yang mudah dipahami adalah memastikan industri memiliki akses terhadap komponen penting, sehingga produksi tidak berhenti ketika jalur perdagangan terganggu. Diskusi forum akan menempatkan persoalan tersebut dalam kaitannya dengan strategi diplomasi dan pilihan ekonomi nasional.


Kecerdasan buatan dan pilihan kebijakan publik

Sesi sore akan beralih ke dampak kecerdasan buatan (AI), yaitu teknologi yang memungkinkan komputer menjalankan tugas seperti memahami bahasa, mengenali pola, atau menghasilkan teks. Perubahan ini membuka peluang di berbagai bidang, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan, pengawasan, hak warga, dan dampaknya terhadap pekerjaan. Forum akan membahas kebijakan dan alternatif yang dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan tersebut.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea, Cha Ji-ho, akan memaparkan gagasan mengenai syarat untuk menjadikan Korea Selatan negara unggul dalam AI, termasuk arah menuju “masyarakat dasar AI”. Gagasan ini akan dibicarakan dalam percakapan bersama Lee Juhyun, peneliti senior di Institut Manusia dan Digital. Istilah tersebut merujuk pada pembahasan tentang bagaimana manfaat dan layanan yang terkait dengan AI dapat menjangkau masyarakat luas, bukan hanya kelompok atau perusahaan tertentu.

Salah satu pertanyaan penting dalam peralihan AI adalah bagaimana teknologi dapat dikembangkan tanpa mengabaikan kepentingan publik, hak warga, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Nabiha Syed, direktur eksekutif Mozilla Foundation, dan Kwon Oh-hyun, ketua organisasi koperasi sosial Parti serta anggota bidang demokrasi AI di Komite Strategi AI Nasional, akan membahas gagasan tentang AI demokratis. Pembahasan itu juga akan meninjau kemungkinan alternatif terhadap tatanan yang didominasi perusahaan teknologi besar, termasuk cara memastikan masyarakat memiliki suara dalam keputusan yang memengaruhi mereka.

Dari teknologi ke hak dan tanggung jawab

Perdebatan tentang AI bukan hanya mengenai seberapa canggih perangkat lunaknya. Sistem yang digunakan untuk merekomendasikan informasi, membantu perekrutan, atau mengolah layanan publik dapat memengaruhi keputusan yang dirasakan langsung oleh warga. Karena itu, pertanyaan mengenai transparansi (kemudahan untuk mengetahui cara suatu sistem mengambil keputusan), tanggung jawab, dan perlindungan masyarakat menjadi bagian penting dalam merancang kebijakan.


Masa depan pekerjaan kaum muda

Perubahan teknologi juga memengaruhi cara orang mencari kerja dan menjalankan pekerjaan. Otomatisasi dapat mengambil alih sebagian tugas yang berulang, sementara pekerjaan lain mungkin berubah atau membutuhkan keterampilan baru. Namun, dampaknya tidak selalu sama bagi semua orang: jenis pekerjaan, akses terhadap pelatihan, dan kondisi kerja dapat menentukan seberapa besar perubahan itu dirasakan.

Kim Jong-jin, kepala Institut Warga Bekerja, akan menelaah kebijakan ketenagakerjaan kaum muda di era AI. Diskusi mengenai solusi untuk masalah pekerjaan generasi muda akan dipandu oleh Byun Geum-seon, kepala Pusat Respons terhadap Perubahan Kependudukan di Institut Seoul. Forum ini akan menghubungkan perubahan teknologi dengan pertanyaan yang lebih luas: bagaimana memastikan kaum muda memiliki kesempatan kerja yang layak ketika kebutuhan industri berubah.

Contohnya, seseorang yang pekerjaannya terdampak otomatisasi mungkin memerlukan pelatihan untuk beralih ke tugas baru. Kebijakan ketenagakerjaan karena itu dapat mencakup bukan hanya penciptaan lapangan kerja, tetapi juga akses pelatihan, perlindungan pekerja, serta dukungan selama masa peralihan. Rincian jawaban atas persoalan tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan forum.


Sesi khusus tentang masyarakat, ruang lokal, dan ilmu pengetahuan

Selain sesi utama, forum akan mengadakan diskusi khusus mengenai ekonomi solidaritas sosial (kegiatan ekonomi yang mengutamakan manfaat bersama dan kerja sama). Salah satu topiknya adalah jaringan timbal balik yang dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Gagasan ini menyoroti bagaimana warga dan organisasi di suatu daerah dapat saling mendukung, misalnya dengan menghubungkan layanan, usaha, dan kebutuhan komunitas.

Sesi khusus lainnya akan membahas masyarakat Korea Selatan pada masa transisi, organisasi nirlaba, pengelolaan aset untuk kepentingan sosial, serta masa depan pembiayaan berdampak. Pembiayaan berdampak adalah pendanaan yang tidak hanya mempertimbangkan hasil keuangan, tetapi juga manfaat sosial atau lingkungan yang dihasilkan. Pembahasan ini akan mengangkat pertanyaan tentang bagaimana sumber daya dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan publik.

Ahli astronomi Shim Chae-kyung, kepala Pusat Eksplorasi Planet di Institut Astronomi dan Ilmu Antariksa Korea, akan memberikan kuliah khusus. Dengan menelusuri keteraturan alam semesta, ia akan berbagi pemikiran tentang cara mendekati pemahaman mengenai diri sendiri di tengah perubahan besar.


Pendaftaran dan informasi acara

Pendaftaran awal untuk Forum Asia Masa Depan ke-17 dibuka melalui situs resmi acara. Informasi yang diumumkan mencantumkan 28 Oktober 2026 sebagai tanggal pelaksanaan dan aula konferensi internasional Kamar Dagang dan Industri Korea sebagai lokasi acara.

  • Tema: “Jalan Menuju Negara Pemimpin di Era Pergolakan”
  • Fokus: perubahan tatanan internasional, AI, pekerjaan kaum muda, dan kehidupan bersama
  • Pendaftaran: Situs Forum Asia Masa Depan

Forum ini akan menguji bagaimana perubahan global dapat diterjemahkan menjadi pilihan kebijakan yang nyata. Hasil diskusinya diharapkan membantu memperjelas isu-isu yang perlu dipertimbangkan Korea Selatan, mulai dari diplomasi dan keamanan ekonomi hingga tata kelola AI dan dukungan bagi pekerja muda.