Trump Kecewa: "Saya Kira Dia Berani"

Donald Trump melontarkan kritik pedas kepada salah satu sekutu terdekatnya, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Trump menyatakan kekecewaannya karena Italia enggan bergabung dengan Amerika Serikat dalam aksi militer terhadap Iran.

"Saya terkejut dengannya. Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah. Giorgia Meloni tidak mau membantu kami dalam perang ini," ujar Trump dengan nada kesal.

Trump mempertanyakan apakah rakyat Italia menyukai fakta bahwa pemimpin mereka tidak melakukan apa pun untuk mengamankan pasokan minyak di Iran. Hal ini menandai titik balik drastis dalam hubungan kedua pemimpin yang sebelumnya sangat akrab.


Penangguhan Kerja Sama Militer dengan Israel

Serangan verbal Trump muncul tepat saat pemerintahan Meloni memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian kerja sama pertahanan dengan Israel. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi konflik saat ini yang dianggap semakin melanggar hukum internasional.

Berikut adalah poin utama perubahan kebijakan Italia:

  • Menunda pembaruan Memorandum (perjanjian tertulis yang mengatur kerja sama militer) yang biasanya diperpanjang otomatis setiap lima tahun.
  • Menghentikan sementara proyek industri bersama dan berbagi teknologi senjata dengan Israel.
  • Menunjukkan ketegasan terhadap serangan Israel yang mulai berdampak pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Meloni menegaskan bahwa menjadi sekutu yang strategis berarti harus memiliki keberanian untuk mengatakan ketidaksetujuan secara jujur.


Perselisihan Mengenai Paus dan Tekanan Ekonomi

Hubungan AS dan Italia semakin memanas setelah Trump mengkritik Paus Leo. Trump menyebut Paus tidak bekerja dengan baik dan terlalu berpihak pada kelompok kiri radikal. Meloni langsung membela pemimpin tertinggi gereja tersebut dan menyebut komentar Trump "tidak dapat diterima."

Trump membalas dengan mengatakan bahwa Meloni adalah pihak yang tidak dapat diterima. Ia menuduh Meloni tidak peduli jika Iran memiliki senjata nuklir (senjata pemusnah massal berkekuatan besar) yang bisa menghancurkan Italia dalam hitungan menit.

"Dia adalah orang yang tidak bisa diterima, karena dia tidak peduli jika Iran memiliki senjata nuklir yang bisa meledakkan Italia dalam dua menit,"

Ancaman Krisis Energi

Di sisi lain, publik Italia mulai khawatir dengan dampak ekonomi dari perang ini. Gangguan di Selat Hormuz (jalur laut sempit yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dunia) telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar diesel yang cukup tajam.

Para analis politik menilai Meloni sedang mencoba menyeimbangkan posisi politiknya agar tidak kehilangan dukungan dari rakyatnya yang semakin kritis terhadap dampak perang bagi ekonomi rumah tangga mereka.