Serangan di kokpit saat pesawat menuju Israel

Penyelidik masih berusaha mengetahui alasan seorang kopilot asal Oman menikam kapten penerbangan yang sedang menuju Israel. Insiden itu membuat pesawat mengalami penurunan yang sangat tajam dan membahayakan keselamatan orang-orang di dalamnya.

Pesawat FlyDubai tersebut membawa 174 orang, sebagian besar warga Israel, dalam perjalanan dari Uni Emirat Arab menuju Tel Aviv. Pesawat akhirnya mendarat di Arab Saudi setelah penumpang dan orang lain di dalam pesawat membantu mengatasi keadaan darurat.

Penyebab serangan belum diketahui. Pihak berwenang masih menyelidiki berbagai kemungkinan dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif pelaku.

Penumpang masuk ke kokpit

Sejumlah penumpang menceritakan bahwa kapten, seorang warga India, berhasil membuka pintu kokpit meski terluka dan berlumuran darah. Setelah pintu terbuka, beberapa orang masuk untuk membantu menghadapi kopilot dan mengendalikan keadaan.

Mereka juga membantu menstabilkan pesawat ketika pesawat menukik tajam. Menurut keterangan dalam laporan awal, penurunan tersebut begitu kuat hingga kemudi vertikal di bagian ekor pesawat—komponen yang membantu mengarahkan hidung pesawat ke kiri atau kanan—tercabut.

Asaf Rajuan, salah seorang penumpang yang ikut turun tangan, menggambarkan situasi itu sebagai pengalaman yang membuat orang merasa tidak berdaya. Ia mengatakan bahwa tindakan mereka didorong oleh naluri untuk bertahan hidup.

“Kami merasa tidak berdaya, seolah-olah tergantung di udara, dan saya tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa. Namun, semuanya terjadi karena naluri untuk bertahan hidup,” kata Asaf Rajuan.

Pendaratan darurat dan keadaan genting

Pesawat kemudian mendarat di Arab Saudi. Rincian lengkap tentang bagaimana pesawat dikendalikan selama keadaan darurat belum dijelaskan, tetapi penumpang disebut membantu menghadapi kopilot dan menstabilkan pesawat sebelum pendaratan.

Penurunan yang tajam dapat menimbulkan tekanan besar bagi pesawat dan orang-orang di dalamnya. Dalam situasi seperti ini, pilot perlu mengendalikan arah dan ketinggian sambil berusaha menjaga pesawat tetap stabil—mirip dengan mengendalikan kendaraan yang kehilangan kendali di jalan, tetapi dengan lebih sedikit ruang untuk melakukan koreksi.

Peristiwa ini juga menunjukkan betapa pentingnya akses ke kokpit dan tindakan awak pesawat ketika terjadi keadaan darurat. Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan urutan kejadian secara terperinci, termasuk siapa yang melakukan setiap tindakan selama penerbangan.


Kopilot ditahan, penyelidikan lintas negara berlangsung

Seorang pejabat regional yang mengetahui penyelidikan mengatakan bahwa tersangka, warga negara Oman, telah ditahan. Otoritas Arab Saudi bekerja sama dengan beberapa negara, termasuk Israel, untuk mencari tahu apa yang mendorong serangan tersebut.

Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Oman juga disebut terlibat dalam koordinasi. Kerja sama lintas negara diperlukan karena penerbangan itu melibatkan beberapa negara, mulai dari titik keberangkatan hingga lokasi pendaratan, serta penumpang dan awak dengan latar belakang kewarganegaraan yang berbeda.

Penyelidik disebut mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mulai dari terorisme hingga gangguan kesehatan mental. Belum ada bukti atau kesimpulan yang diumumkan untuk memastikan salah satu kemungkinan tersebut, sehingga semuanya masih menjadi bagian dari penyelidikan.

  • Tersangka adalah kopilot berkewarganegaraan Oman dan telah ditahan.
  • Pesawat membawa 174 orang dari Uni Emirat Arab menuju Tel Aviv.
  • Pesawat mendarat di Arab Saudi setelah mengalami penurunan tajam.
  • Beberapa negara bekerja sama untuk menyelidiki motif serangan.

Pertanyaan yang masih belum terjawab

Fokus penyelidikan kini mencakup alasan terjadinya serangan, rangkaian tindakan di dalam kokpit, serta bagaimana pesawat tetap dapat mendarat setelah mengalami kerusakan. Temuan mengenai hal-hal tersebut dapat membantu pihak berwenang menyusun gambaran yang lebih jelas tentang insiden ini.

Bagi penumpang, kejadian tersebut berubah dari perjalanan udara biasa menjadi keadaan darurat yang mengancam nyawa. Untuk saat ini, hal paling penting yang diketahui adalah bahwa pesawat berhasil mendarat dan penyelidikan masih berjalan. Motif kopilot tetap belum diketahui.